Kuliah Tamu: Psikologi Klinis di Lintas Bidang

Tantangan Karir Psikologi Forensik dan Komunitas

Kamis, 8 Oktober 2025 — Departemen Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya menyelenggarakan kuliah tamu yang bertajuk “Psikologi Klinis di Lintas Bidang: Tantangan Karir Psikologi Forensik dan Komunitas” pada Selasa, 7 Oktober 2025, secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa kelas Psikologi Klinis dan bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu psikologi klinis di ranah forensik dan komunitas.

Materi pertama dibawakan oleh Fitra H. Wityanto, S.Psi., M.Sc., dari Badan Pengembangan SDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang membawakan topik “Psikologi Forensik: Selayang Pandang dan Peluang Kariernya.” beliau menjelaskan bahwa psikologi forensik merupakan penerapan ilmu psikologi dalam konteks hukum, di mana psikolog berperan membantu lembaga peradilan menjawab pertanyaan psikologis secara objektif dan legal. Beliau menekankan pentingnya memahami batas peran seorang psikolog forensik yang bukan berfungsi sebagai penentu keputusan hukum, melainkan sebagai tenaga ahli yang memberikan pertimbangan hukum secara profesional. Selain itu, beliau juga memaparkan peluang karir bagi lulusan psikologi di bidang forensik, seperti konselor korban, pembimbing kemasyarakatan (BAPAS), hingga pewawancara forensik.

Materi kedua disampaikan oleh Willy Ariwiguna, Founder Rumah Aqil Malang, yang membahas topik “Psikologi Komunitas.” Beliau menjelaskan bahwa psikologi komunitas berfokus pada hubungan antara individu dan lingkungannya untuk mewujudkan kesejahteraan, keadilan sosial, dan pemberdayaan masyarakat, dengan empat prinsip utama yaitu empowerment, prevention, participation, dan social justice. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu dipandang sebagai subjek aktif dalam memecahkan masalahnya sendiri, sementara peran psikolog adalah memfasilitasi proses agar komunitas dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam sesi ini, Beliau juga menguraikan berbagai jalur karier di bidang psikologi komunitas seperti analis kebijakan sosial, program officer, akademisi, CSR strategist, serta wirausahawan sosial. Diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan mahasiswa mengenai peran psikolog dalam kasus kekerasan seksual, keamanan profesi di bidang forensik, dan strategi asesmen kebutuhan komunitas sebelum melakukan intervensi.

Kegiatan ini menjadi upaya Departemen Psikologi Universitas Brawijaya untuk memperkenalkan ragam praktik psikologi klinis yang bersinggungan langsung dengan dunia nyata, khususnya di ranah forensik dan komunitas. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana peran psikolog tidak hanya berfokus pada asesmen dan terapi individual saja, tetapi juga berkontribusi dalam sistem hukum serta pemberdayaan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.

Scroll to Top