Dialectical Behavior Therapy (DBT) and Its Application on School Teachers’ Well-Being
Malang, 21 Mei 2026 – Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Internasional bertajuk “Dialectical Behavior Therapy (DBT) and Its Application on School Teachers’ Well-Being” pada Kamis, 21 Mei 2026 di Auditorium Nuswantara FISIP UB dan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, praktisi pendidikan, guru, dan menjadi agenda wajib bagi mahasiswa matakuliah PAUD dan Modifikasi Perilaku.
Kuliah tamu menghadirkan Prof. Shian-Ling Keng, Ph.D., Head of the School of Psychology, Faculty of Medical and Life Sciences, Sunway University, Malaysia, sebagai narasumber utama. Acara dimoderatori Charisma Septian Wiweka, S.Psi. dan berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.
Dalam sambutannya, pimpinan FISIP Universitas Brawijaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Shian-Ling Keng serta pentingnya kegiatan akademik internasional yang memberikan wawasan baru terkait kesehatan mental dan kesejahteraan guru. Peserta juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi guna memperkaya pemahaman mengenai penerapan pendekatan psikologis dalam dunia pendidikan.
Pada sesi materi, Prof. Shian-Ling Keng menjelaskan bahwa profesi guru menghadapi berbagai tuntutan emosional dan administratif yang tinggi, sehingga rentan mengalami stres, kelelahan (burnout), dan berbagai tantangan psikologis lainnya. Kondisi tersebut semakin relevan mengingat tingginya kebutuhan dukungan kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Narasumber kemudian memperkenalkan Dialectical Behavior Therapy (DBT), sebuah pendekatan terapi yang awalnya dikembangkan untuk menangani Borderline Personality Disorder (BPD), namun kini telah banyak diaplikasikan dalam berbagai konteks, termasuk pendidikan. DBT mengintegrasikan terapi perilaku, mindfulness, dan filosofi dialektika dengan prinsip utama menyeimbangkan penerimaan (acceptance) dan perubahan (change).
Dalam pemaparannya, Prof. Shian-Ling Keng menjelaskan empat keterampilan utama dalam DBT, yaitu:
- Mindfulness, kemampuan memusatkan perhatian pada momen saat ini dan meningkatkan kesadaran diri.
- Distress Tolerance, kemampuan menghadapi situasi sulit tanpa memberikan reaksi impulsif.
- Emotion Regulation, kemampuan mengenali dan mengelola emosi secara efektif.
- Interpersonal Effectiveness, kemampuan membangun komunikasi dan hubungan interpersonal yang sehat.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah praktik mindfulness dan wise mind, di mana peserta diajak melakukan latihan relaksasi melalui visualisasi dan pemusatan perhatian. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana keterampilan DBT dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Selain pemaparan konsep, narasumber juga menyampaikan hasil penelitian mengenai penerapan DBT pada guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program DBT dapat menurunkan tingkat student-related burnout, meningkatkan penggunaan keterampilan DBT dalam kehidupan sehari-hari, serta mengurangi strategi koping yang kurang adaptif. Meskipun demikian, perubahan pada tingkat depresi, kecemasan, dan stres tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, kemungkinan karena kondisi awal peserta sudah berada pada kategori normal. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat kehadiran peserta berpengaruh terhadap efektivitas program.
Pada sesi diskusi, peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi DBT dalam lingkungan sekolah, penerapan mindfulness pada individu dengan kondisi psikologis tertentu, serta konsep dialektika yang menjadi dasar pendekatan DBT. Narasumber menekankan pentingnya menyesuaikan intervensi dengan kebutuhan individu dan perlunya dukungan profesional dalam implementasi program kesehatan mental yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, moderator menyimpulkan bahwa DBT merupakan pendekatan yang tidak hanya relevan dalam praktik klinis, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam bidang pendidikan guna mendukung kesejahteraan guru. Melalui keterampilan mindfulness, distress tolerance, emotion regulation, dan interpersonal effectiveness, DBT dapat membantu individu meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi secara lebih adaptif, serta membangun hubungan interpersonal yang lebih sehat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan sertifikat dan cendera mata kepada narasumber, serta pengisian evaluasi oleh peserta. Melalui kegiatan ini, Departemen Psikologi Universitas Brawijaya berharap dapat terus menghadirkan forum akademik yang mendukung pengembangan ilmu psikologi dan implementasinya dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya pendidikan dan kesehatan mental.
Humas Departemen Psikologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya




![[:id]Roleplay Pengelolaan Jurnal Berbasis OJS (Open Journal System)[:]](https://psikologiub.themastej.com/wp-content/uploads/2017/02/Mediapsi-Roleplay.jpg)
![[:id]General Lecture by Prof. Deborah Turnbull (University Of Adelaide, Australia)[:]](https://psikologiub.themastej.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_5781-1620x1080.jpg)
![[:id]Workshop Stakeholder Management in Higher Education[:]](https://psikologiub.themastej.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_6426-1620x1080.jpg)
![[:id]Scholarship Talkshow With LPDP Awardee[:]](https://psikologiub.themastej.com/wp-content/uploads/2017/06/2.jpg)