PKM RSH: Integrasi Antropometri dan Psikofisik dalam Analisis Preferensi Ergonomi Lansia pada Fasilitas Penyeberangan Jalan di Kota Malang

Malang, September 2025 – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM RSH) dari Departemen Psikologi Universitas Brawijaya tengah mengembangkan penelitian berjudul “Integrasi Antropometri dan Psikofisik dalam Analisis Preferensi Ergonomi Lansia pada Fasilitas Penyeberangan Jalan di Kota Malang”. Penelitian ini berfokus pada pengalaman lansia dalam menggunakan fasilitas penyeberangan jalan, dengan menggabungkan aspek ukuran fisik dan kenyamanan psikologis. Tujuannya adalah menghasilkan analisis yang lebih menyeluruh agar desain fasilitas publik dapat lebih ramah, adil, dan inklusif bagi kelompok rentan.

Ide penelitian ini berangkat dari kondisi Kota Malang yang memiliki jumlah penduduk lansia cukup tinggi, sementara fasilitas penyeberangan jalan belum sepenuhnya ramah bagi mereka. Bagi tim peneliti, penyeberangan jalan merupakan bagian vital dari sistem transportasi perkotaan. Jika lansia masih kesulitan mengaksesnya, berarti ada celah dalam keadilan pembangunan kota. Dengan melibatkan responden lansia secara langsung, tim PKM RSH berusaha memahami pengalaman nyata mereka, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan yang dirasakan saat menyeberang.

Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung, uji coba fasilitas penyeberangan di titik-titik strategis Kota Malang, serta diskusi bersama partisipan lansia. Temuan awal menunjukkan bahwa faktor kenyamanan dan rasa aman ternyata lebih dominan bagi lansia dibanding sekadar ukuran teknis fasilitas. Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam perencanaan kota. Hasil riset diharapkan dapat menjadi pijakan bagi Pemerintah Kota Malang dalam merancang kebijakan dan fasilitas publik yang lebih ramah lansia, sekaligus menginspirasi kota-kota lain untuk mewujudkan ruang kota yang inklusif.

Melalui PKM RSH ini, tim belajar bahwa penelitian bukan hanya tentang data dan angka, melainkan juga tentang pengalaman manusia yang sering terpinggirkan. Selain itu, pengalaman langsung bersama lansia juga memberikan pemahaman yang lebih empatik. Mereka berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak takut memilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, karena dari hal sederhana seperti penyeberangan jalan, kita dapat menemukan isu besar tentang keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan kota.

Sebagai informasi tambahan bisa dikulik di laman Instagram @safeagecross.ub ya!

Scroll to Top