Kolaborasi Penelitian Penza State University, Rusia

[vc_row][vc_column][vc_column_text]To hate-follow or not to follow, that is the question”, demikian adagium kontemporer menggambarkan bagaimana suatu interaksi berbasis kebencian di media sosial beroperasi. Kenyataannya, pertemanan virtual tidak selalu bersifat sosial tetapi bisa dilandasi oleh motif antisosial berupa kebencian (hate/hatred). Penelitian lintas benua mengenai perilaku ‘julid’ dan ‘zloradstvo’ (Злорадство – Rusia) pengguna Instagram ini merupakan bentuk konkret dari memorandum of understanding (MoU) antara UB dan Penza State University Rusia. Tim peneliti diketuai oleh Cleoputri Al Yusainy, M.Psi., Ph.D., Psikolog (Jurusan Psikologi UB) dengan anggota Isma Adila, S.I.Kom., M.A. (Jurusan Ilmu Komunikasi UB), Ayu Kusumastuti, M.Sc. (Jurusan Sosiologi UB), dan Ziadatul Hikmiah, S.Psi., S.Pd., M.Sc. (Jurusan Psikologi UB), serta partner kolaborasi Dr. Konstantinov Vsevolod Valentinovich (Dept., of General Psychology, Penza).

Peneliti menemukan bahwa hate secara umum memiliki asosiasi positif dengan hate-following pengguna Instagram, serta memprediksi besarnya kesenangan melihat penderitaan orang lain  (schadenfreude). Meskipun demikian, schadenfreude partisipan mahasiswa S1 asal Indonesia (n = 560) vs. Rusia (n = 120) diprediksi oleh komponen-komponen rasa iri (envy) yang berbeda terhadap pengguna Instagram lain. Temuan ini membuka peluang kerja sama lintas benua melalui beragam penelitian lain.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_gallery type=”image_grid” images=”7210,7388″ img_size=”medium”][/vc_column][/vc_row]

Scroll to Top