[:id]Workshop Penyamaan Persepsi Metode Penelitian[:]

[:id][vc_row][vc_column][vc_gallery interval=”3″ images=”6879,6880,6881″ img_size=”full”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Mempelajari psikologi merupakan hal yang kompleks dan membutuhkan keterampilan dalam memahami metodologi penelitian. Metode penelitian akan membantu ilmu psikologi dalam melakukan analisa hasil penelitian. Psikologi sebagai bidang ilmu memiliki bidang kajian yang luas, dengan beragam metodologi penelitian seperti kualitatif, kuantitatif, eksperimen, dan penyusunan alat ukur. Keragaman metode penelitian ini membawa kendala tersendiri bagi dosen sebagai sumber daya manusia berupa  pemahaman metodologi. Serigkali terjadi kedala dalam proses pembimbingan mahasiswa saat menyelesaikan tugas akhirnya sehingga menjadi terbatas informasi yang dapat dikomunikasikan kepada mahasiswa ketika mereka menggunakan metode yang berbeda dengan minat dosen dalam konteks membimbing dalam penyusunan penelitian. Terkait dengan hal tersebut, workshop ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman dosen mengenai metode penelitian yang menjadi alat penelitian mahasiswa dan bertujuan menghasilkan modul panduan penulisan skripsi/tugas akhir untuk memberikan acuan bagi mahasiswa dan dosen dengan  memperhatikan kekhasan dari jurusan psikologi.

Kegiatan Workshop  dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat, 24-25 Januari 2019 bertempat di Ruang Rapat FISIP Lantai 7 Gedung B, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang. Workshop dihadiri oleh 27 Dosen Jurusan Psikologi dengan membagi kelompok keahlian metodologi penelitian menjadi empat kelompok yaitu penelitian kualitatif, kuantitatif non eksperimen, kuantitatif eksperimen dan pengukuran psikologi. Workshop menghasilkan pemahaman metode penelitian antar dosen lintas peminatan metode penelitian dan modul panduan penulisan metode penelitian dalam skripsi atau tugas akhir mahasiswa.

Hasil workshop secara keseluran mampu membuka pemahaman dosen pada setiap pendekata/ metodologi penelitian dan diharapkan dapat mempermudah proses pembimbingan tugas akhir mahasiswa. Selain itu workshop ini membuka ruang diskusi antar kelompok dosen metodologi penelitian dan memaksimalkan revisi modul metodologi penelitian psikologi.

Hasil tim metode penelitian skripsi kuantitatif eksperimen menjelaskan bahwa tujuan penelitian eksperimen adalah untuk melakukan perlakuan, sehingga harus terstandar dalam pelaksanaannya untuk meminimalkan resiko. Penelitian eksperimen dapat menggunakan paradigma klasik dan kontemporer untuk menentukan variable x dan y.  pada bab 2 wajib menjelaskan paradigm x dan y, teori dan konstruk terkait. Apabila ada modifikasi/perubahan paradigm, harus dapat menjelaskan alasan yang relevan secara teoritis. Penentuan subyek juga harus mempertimbangkan statistical power, effect size dan desain penelitian. Populasi eksperimen terstandar, minimal mahasiswa, bukan yang subyek rawan dan berefek terbalik untuk menurunkan resiko etis. Beberapa pertanyaan ujian yang sering muncul seperti; mengapa menggunakan eksperimen, bagaimana menentukan subyek, apa saja tema penelitian yang boleh, mengapa tidak dilakukan disetting natural, mengapa eksperimen dilakukan pada mahasiswa, dapatkah digeneralisasi?

Hasil diskusi dari tim metode penelitian kuantitatif korelasional, adalah pada bagian abstrak, bagian metodologi, menjelaskan nama alat ukur yang digunakan saja. Bab 1 menjelaskan alur penulisan da nisi yang harus dituliskan. Bab 2 mendeskripsikan definisi hingga dimensi/ factor secara langsung, tidak dibatasi oleh sub-sub bab, dengan menjelaskan konsep secara runtut hingga menjadi alat ukur. Pada bab 3 menjelaskan minimal subyek, cara menuliskan definisi operasional, dan perlu tidaknya uji asumsi penelitian. selain itu, bagaiaman dalam kaitannya dengan alat ukur. Bab 4 perlu menuliskan plots pada uji asumsi. Bagian pembahasan harus menggunakan teori lain dari bab 2, dengan cara paraphrase. Tidak menjelaskan kategori hasil.

Hasil diskusi dari tim metode penelitian kuantitatif pengukuran, adalah tentang tata cara penulisan dan isi bab per bab. Selain itu, apa saja pertanyaan yang relevan dan yang kurang relevan ditanyakan ketika ujian. Hal yang kurang perlu ditanyakan missal mengenai data demografis, minimal subyek, dan hipotesis. Saran praktis bersifat opsional saja.

Hasil diskusi dari tim metode penelitian kualitatif, adalah terkait dengan isi yang perlu dituliskan pada masing-masing bab. Sumber fenomena, dari berita diperbolehkan, namun lebih baik dari data yang dapat dipertanggungjawabkan, missal kementrian, dll. Bentuk informasi deskripsi, tidak hanya paparkan definisi. Cara mendapatkan data yang akurat melalui pencapaian data jenuh, yaitu ketika informasi sudah tidak ada perubahan. Jumlah informasi tidak dibatasi, dapat juga melalui 4 informan utama dari fenomenologi. Studi kasus minimal 1 subyek. Analisis yang dilakukan untuk studi kualitatif, yaitu miles Huberman, Moestakas, dan boyatsis, namun untuk analisis moutakas, hanya untuk menganalisis jenis fenomenologi. Salah satu uji kredibilitas data, melalui pengecekan guideline. Cara menuliskan hasil yaitu dengan memaparkan dinamika dari keseluruhan hasil subyek. Ada memaknai perbedaan atau persamaan informasi. Terkait kerahasiaan, perlu menuliskan nama dalam bentuk inisial. Lampiran verbatim tidak perlu dijilid bersama laporan, hanya dibawa saja ketika ujian.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][:]

Scroll to Top