Workshop Research Method In Psychology Of Disability Studies 3 in 1

3 in 1 Workshop

Research Method In Psychology Of Disability Studies

Prof Deborah Turnbull – The University of Adelaide

Sebagai implementasi program Hibah Visiting Profesor dan Praktisi “3 in 1”, Jurusan Psikologi UB melalui mata kuliah Psikologi Disabilitas mengundang Prof Deborah Turnbull dari The University of Adelaide sebagai pemateri dalam workshop tentang metode riset di bidang psikologi disabilitas.

Kegiatan dilaksanakan melalui zoom meeting, dan diawali dengan sambutan oleh Ali Mashuri, Ph.D., selaku Kepala Departemen Psikologi FISIP Universitas Brawijaya. Beliau menekankan pentingnya pendekatan khusus yang digunakan dalam penelitian di bidang psikologi disabilitas. Selanjutnya dilakukan foto bersama untuk dokumentasi. Acara ini didukung juga dengan fasilitas closed-caption oleh typist untuk memastikan aksesibilitas penyampaian informasi kepada seluruh peserta.

Secara umum acara berlangsung dengan sangat interaktif. Kegiatan workshop dihadiri oleh 72 peserta yang terdiri dari civitas akademika jurusan psikologi UB, dosen dan peneliti dari universitas-universitas di Indonesia, serta aktivis disabilitas dari organisasi yang beragam. Meskipun materi seluruhnya disampaikan dalam bahasa Inggris, Prof Turnbull mempersilahkan penanya dalam bahasa Indonesia untuk mempermudah berjalannya sesi diskusi, baik secara lisan maupun melalui kolom komentar zoom.

Pada sesi pertama, Prof Turnbull memaparkan pendekatan penelitian yang melibatkan penyandang disabilitas tidak hanya sebagai partisipan atau objek penelitian namun juga terlibat aktif sebagai kolaborator riset yang turut merancang dan merencanakan Langkah-langkah riset sejak awal. Keterlibatan penyandang disabilitas dalam penelitian terkait isu-isu disabilitas amatlah penting untuk memastikan sudut pandang yang tepat dalam membahas isu disabilitas. Selain itu prinsip “Nothing about us without us” juga dapat dicapai jika secara langsung melibatkan penyandang disabilitas.

Sesi workshop dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Peserta diajak untuk berdiskusi di kelompok kecil melalui breakout rooms mengenai implikasi paradigma emancipatory dalam perancangan dan implementasi riset. Pada prinsipnya, riset yang melibatkan disabilitas harus memegang teguh tiga prinsip utama yaitu: (1) reciprocal, riset harus melibatkan interaksi timbal balik antara peneliti dengan penyandang disabilitas; (2) gain, riset harus menguntungkan bagi penyandang disabilitas; dan (3) empower, riset harus dapat meningkatkan keberdayaan penyandang disabilitas. Berdasarkan prinsip dasar ini, penyandang disabilitas diposisikan sebagai pihak yang berdaya, terlibat aktif, dan mendapat keuntungan baik secara langsung maupun tidak langsung dari penelitian.

Sesi diskusi menjadi menarik karena banyaknya pertanyaan dari peserta yang banyak mendiskusikan pengalaman yang dialami ketika melakukan penelitian. Berbagai peserta dari latar belakang yang beragam, seperti aktivis disabilitas, dosen UB maupun non-UB, pengajar sekolah luar biasa, dan masyarakat umum memberikan pertanyaan dan pendapatnya di kolom komentar, menambah semarak dan serunya sesi diskusi dan menjadikan sesi kali ini begitu berbobot dan bermanfaat bagi peserta.

Scroll to Top