Departemen Psikologi UB Gelar Kuliah Tamu Internasional

Departemen Psikologi Universitas Brawijaya Sukses Gelar Kuliah Tamu Internasional, Soroti Sensitivitas dan Etika Riset Kualitatif

MALANG, 4 MEI 2026 — Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) telah menyelenggarakan kuliah tamu internasional pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan akademik ini mengangkat tema "Mendengar yang Tak Terucap: Sensitivitas dan Seni Menggali Data Kualitatif" sebagai fokus utama pembahasan. Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FISIP UB, Ibu Reza Safitri S.Sos., M.Si., Ph.D., telah membuka acara ini secara resmi di hadapan para mahasiswa dan dosen. Sekretaris Departemen Psikologi UB, Ibu Dr. Unita Werdi Rahajeng, S.Psi., M.Psi., Psikolog, turut memberikan sambutan hangat untuk menyambut narasumber dan peserta. Penyelenggaraan kuliah tamu tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketajaman sensitivitas dan keterampilan metodologis mahasiswa dalam menggali data penelitian. Acara pembukaan turut dipandu oleh Raka selaku Master of Ceremony (MC) yang memimpin doa dan membacakan tata tertib. Panitia mewajibkan peserta untuk menjaga ketenangan, tidak bermain gadget, dan mencatat poin-poin krusial selama sesi berlangsung. Aturan ini bertujuan untuk menjaga suasana akademik yang kondusif selama pemaparan materi oleh dua pemateri dari Malaysia.

Prof. Madya Yohan Kurniawan telah memaparkan materi mengenai pentingnya sensitivitas peneliti terhadap aspek manusia di balik data pada sesi pertama. Peneliti kualitatif harus menjunjung tinggi prinsip etika dasar yang meliputi autonomi, beneficence (kemanfaatan), dan keadilan bagi partisipan. Pemaparan tersebut menekankan bahwa peneliti wajib merespons emosi partisipan tanpa memberikan penilaian atau pikiran yang menghakimi (judgmental). Upaya pembentukan hubungan baik (building rapport) telah disarankan oleh pemateri untuk mengatasi hambatan berupa trauma, stigma sosial, serta ketimpangan relasi kuasa di lapangan.

Teknik wawancara dan observasi secara mendalam telah dijelaskan lebih lanjut oleh narasumber pertama sebagai instrumen utama pengumpulan data. Peneliti harus menguasai keterampilan bertanya melalui pertanyaan terbuka, teknik penggalian (probing), serta pertanyaan reflektif untuk mendapatkan data yang kaya. Pengamatan terhadap perilaku verbal, non-verbal, kontekstual, dan temporal juga telah ditekankan sebagai komponen penting dalam observasi lapangan. Penggunaan dokumentasi berupa catatan lapangan real-time dan rekaman audio-visual telah direkomendasikan untuk menjaga keutuhan informasi yang didapat.

Bapak Ncik Ruzaini Ijon telah menguraikan strategi pengumpulan data melalui peran penting gatekeeper pada sesi kedua. Gatekeeper memiliki kekuasaan untuk memberikan izin resmi, mempermudah akses lokasi, dan membantu rekrutmen peserta dalam sebuah komunitas. Peneliti harus mampu bekerja sama dengan gatekeeper untuk meningkatkan kredibilitas di mata calon informan lokal. Meskipun demikian, independensi peneliti dan perlindungan hak-hak partisipan melalui informed consent tetap harus diprioritaskan selama proses pengumpulan data berlangsung.

Konsep rapport telah didefinisikan ulang oleh pemateri kedua sebagai ruang aman profesional dan bukan ruang persahabatan biasa. Peneliti membangun kepercayaan subjek untuk membagikan realitas mereka dengan tetap menjaga batasan ilmiah yang jelas. Pengujian keabsahan data (trustworthiness) telah dilakukan melalui empat elemen utama, yaitu kredibilitas, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Strategi triangulasi, keterlibatan jangka panjang di lapangan, serta penyusunan jejak audit telah dipaparkan sebagai metode untuk membendung bias konfirmasi peneliti.

Pengetahuan baru dari kuliah tamu ini telah memberikan dampak positif bagi kurikulum dan praktik riset di lingkungan Departemen Psikologi FISIP UB. Mahasiswa asisten praktikum metode penelitian kualitatif dapat mengaplikasikan standar etis ini saat mendampingi penyusunan pedoman wawancara mahasiswa lainnya. Para peneliti muda juga memperoleh panduan yang lebih matang dalam melakukan pendekatan fenomenologis terhadap subjek penelitian. Pemahaman tentang sensitivitas ini akan sangat membantu mahasiswa dalam menggali fenomena psikologis yang kompleks

Kuliah tamu ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan penyerahan hadiah kepada penanya terbaik pada pukul 12.05 WIB. Seluruh pemateri, dosen, dan mahasiswa telah melakukan sesi dokumentasi bersama di bagian depan ruangan. Acara kuliah tamu ini telah berakhir dengan sukses dan memberikan bekal metodologis yang bermakna bagi seluruh sivitas akademika yang hadir.

Scroll to Top